Jumat 24 Jun 2022 21:04 WIB

Giliran Pimpinan Khilafatul Muslimin Kota Metro Berikrar Setia ke NKRI

Andrian mengaku tidak lagi menjabat sebagai Ummul Quro KM di Kota Metro.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Teguh Firmansyah
Sejumlah anggota Khilafatul Muslimin saat mendekrlarasikan diri mengakui NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) di Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). Pada deklarasi tersebut anggota Khilafatul Muslimin bertekad mengelola pesantren yang menolak radikalisme serta mengakui kedaulatan NKRI berlandaskan UUD 1945 dan ideologi Pancasila.
Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Sejumlah anggota Khilafatul Muslimin saat mendekrlarasikan diri mengakui NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) di Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). Pada deklarasi tersebut anggota Khilafatul Muslimin bertekad mengelola pesantren yang menolak radikalisme serta mengakui kedaulatan NKRI berlandaskan UUD 1945 dan ideologi Pancasila.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Setelah Kota Bandar Lampung, giliran pimpinan Khilafatul Muslimin (KM) Kota Metro dan pengikutnya menyatakan ikrar kembali kepada ideologi Pancasila dan NKRI, Jumat (24/6/2022) petang. Pernyataan ini disaksikan tim dari TNI/Polri, Kesbangpol, dan BIN.

Tim TNI/Polri, Kesbangpol, dan BIN mendatangi rumah Ketua KM Ummul Quro Kota Metro M Andrian Sudarsono di Jl Rambutan, Yosomulyo, Metro Pusat, Kota Metro, Jumat petang. Kedatangan tim tersebut dalam rangkap persuasif terhadap pimpinan dan jamaah KM setelah adanya penurunan pelang organisasi keagamaan tersebut beberapa waktu lalu.

Baca Juga

M Andrian Sudarsono mengatakan, telah berikrar untuk kembali kepada ideologi Pancasila dan NKRI, setelah pencopotan pelang organisasinya yang bermarkas di Jl Wolter Monginsidi, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat. “Sejak diturunkan plang nama organisasi, saya sudah tidak menjabat pimpinan lagi,” kata Andrian.

Menurut dia, setelah resmi pencopotan plang organisasi tersebut, dirinya tidak lagi sebagai Ummul Quro KM di Kota Metro. Ia sudah menjadi warga negara biasa dan tidak ada lagi sangkut pautnya dengan KM. “Sudah jadi warga biasa,” ujarnya.

Ia mengatakan, setelah pembubaran KM di seluruh Indonesia, tidak ada lagi kegiatan yang mengatasnamakan KM di Kota Metro yang sebelumnya ia memimpin KM. Dalam waktu dekat, ia mengajak simpatisan KM untuk berikrar menyatakan setia kepada Pancasila dan NKRI.

Andrian menyatakan, sejak dibubarkan KM di seluruh Indonesia, ia tidak merasa menyesal dengan aktivitas sebelumnya. Kepesertaan dirinya dan jamaah dalam KM tersebut dalam rangka memperkuat kegiatan ibadah. Hal tersebut juga saat itu KM tidak dilarang, dan jamaah biasa saja mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.

Kepala Kesbangpol Kota Metro Rosita mengatakan, kedatangan tim ke rumah pimpinan KM Kota Metro dalam rangkap persuasif menanggapi telah dilarangnya kegiatan KM, dan diturunkan plang nama organisasi mereka. “Dalam waktu dekat, akan digelar ikrar bersama untuk kembali kepada Pancasila dan NKRI,” katanya.

Dia mengatakan, anggota KM di Kota Metro mencapai 57 orang, sehingga kedatangan tim ke rumah pimpinan KM tersebut untuk berkoordinasi dan berkonsolidasi antarjamaah KM untuk menggelar ikrar setia bersama kepada Pancasila dan NKRI. n Mursalin Yasland

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement